Sebenarnya, dia tidak bisa melihat atau mendengar apapun, hanya diri lelaki itu.
Dia hanya mendengarkan lelaki itu dan hanya melihat kepadanya, walaupun di luar sana banyak yang menginginkan dia, tapi dia hanya tertuju pada lelaki itu.
Setalah hanya selalu melihat kepada lelaki itu, dia menyadari satu hal yang pasti.
Dia benar. Itu semua adalah salahnya. Sedari awal karena terlalu cinta dan terlalu sayang pada lelaki itu, hingga dia mengabaikan hati yang ingin mengenalinya lebih dalam.
Dia benar. Itu semua salahnya. Karena terlalu menggantungkan harapan pada lelaki itu. Masa depan pada lelaki itu. yang selalu mengatakan "kalau kita jodoh, pasti kita berdua tidak kemana-mana. just believe that"
Yang selalu mengatakan, pasti akan ada hari untuk memantapkan hati. Akan ada hari untuk saat itu. Entah kapan. Dan dia percaya itu.
Dia benar. Itu semua salahnya. Saat usia mulai bertambah, dan tanda-tanda dari lelaki itu yang tidak bergerak sekalipun, dan hanya mengatakan "tunggu saja, masih ada waktu". Entah sampai kapan, sambungnya. Saat lelaki itu mengatakan hanya dia seorang, dia percaya itu. Melebihi apapun. Suara-suara yang dia dengar dari sekitar, hanya angin lalu. maju terus pantang mundur, itu di pikiran nya.
Dia benar. Itu semua salahnya. Saat lelaki itu mengatakan bahwa komitmen lebih berat dari yang ia sangka selama ini, butuh tanggung jawab dan keberanian lebih untuk maju ke arah sana. Itu jawab lelaki itu, saat dia mencoba untuk bertanya lagi kapan mereka akan masuk ke tahapan kehidupan selanjutnya. karena dia sudah bosan, menghadapi pertanyaan yang datang bagai petir di malam badai.
lagi-lagi, dia percaya hal itu. Percaya bahwa suatu saat lelaki itu akan berubah. Suatu saat lelaki itu akan mengiyakan ajakannya. karena lelaki itu mengatakan dengan janjinya.
Dia percaya itu.
Tapi kenapa, dia selalu merasakan sakit di dada bila lelaki itu meberikan jawaban yang sama?
Selalu sama. Dia mencoba menekan perasaannya sendiri.
Ketika hati tidak mengatakan yang sebenarnya, maka rasa sakit akan memberikan jawabannya.
Dan dia tahu itu.
Dan,
Dia itu adalah Saya.